Puluhan Pasar Tradisional Akan Direvitalisasi
Jakarta: Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah menyetujui usulan program revitalisasi 78 pasar tradisional pada 2009 dari target 91 titik pasar dan 13 sarana pedagang kaki lima di seluruh Indonesia. Melalui dana stimulus perekonomian sebesar Rp 12,2 triliun, Menteri Koperasi dan UKM mendapatkan alokasi dana Rp 100 miliar untuk program itu.
Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Ikhwan Asrin, mengatakan, pasar yang direvitalisasi harus memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya diusulkan oleh kepala daerah atau bupati setempat, mampu menyerap tenaga kerja, terjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja, berdiri di atas tanah yang bebas sengketa, mampu mempertahankan usaha dan diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat.
Ikhwan menekankan agar pasar tradisional tak boleh hilang atau kehilangan peran dan fungsi dalam kehidupan masyarakat. Lalu agar mampu bersaing dengan ritel moderen, pasar tradisional harus meningkatkan citra dirinya. “Pada tahun ini juga kami akan mulai mengupayakan agar produk yang dijual di pasar tersebut adalah yang terbaik sehingga harus melalui proses penyortiran yang baik,” katanya.(IRN/ANTARA)
Soal Salah, UN di Majene Molor
Liputan6.com, Majene: Ujian Nasional di sejumlah sekolah di Majene, Sulawesi Barat, Kamis (23/4) molor hingga beberapa jam. Pasalnya, soal ujian yang sampai ke sekolah tersebut salah. Soal ujian pun terpaksa dibuat dan digandakan sendiri oleh panitia pelaksana ujian. Akibatnya ratusan siswa pun harus bersabar menuggu hingga penggandaan soal selesai.
Ratusan soal ujian pun digandakan menggunakan mesin foto copy di SMK 2 Majene. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Mitahar menjamin penggandaan soal mendapat pengamanan petugas kepolisian dan panitia ujian termasuk pengawas dan Inspektorat dari Direktorat Jenderal Pendidikan.
Para siswa yang telah menunggu di sekolah mereka sejak pagi, baru bisa mengikuti ujian akhir nasional setelah dua jam lebih menunggu sampai soal ujian tersedia.(TES/Edy Junaedi)
Kepala Sekolah Edarkan Kunci Jawaban
Liputan6.com, Belu: Kepala SMA Negeri Weluli, Belu, Nusa Tenggara Timur, secara terang-terangan membocorkan kunci jawaban yang telah dikerjakan guru bidang studi bersangkutan. Demikian keterangan Suster Carola, salah satu pengawas ujian yang berasal dari sekolah lain.
Berdasarkan laporan reporter SCTV, Kamis (23/4), Suster Carola dan beberapa staf guru lainnya sengaja membeberkan kasus ini ke media karena kesal dengan prilaku Leonardus Bele yang nekad membagikan kunci jawaban. Tak hanya membeberkan, Suster Carola beserta para staf juga memutuskan berhenti mengawas dan kembali ke sekolah asal mereka mengajar.
Menurut pengakuan Suster Carola, awalnya ujian Bahasa Indonesia yang tengah diawasinya berjalan lancar. Namun, suasana kelas mulai gaduh saat memasuki bidang ujian Sosiologi, Antropologi, dan Biologi. Rupa-rupanya Leonardus sedang membagikan kunci jawaban kepada para siswanya. Hal tersebut terulang pada hari kedua, tepatnya pada jam ujian Bahasa Inggris. Suster sudah secara tegas menolak upaya kepala sekolah namun tidak digubris.
Saat masalah tersebut dikonfirmasi, Leonardus langsung membantah tuduhan itu. Menurutnya, pelaksanaan ujian nasional berjalan dengan lancar. Dugaan sementara, jika tudingan Suster Carola benar, maka niat meluluskan siswa berdasarkan standar 5,50 dapat menjadi pemicunya. Bisa jadi, kepala sekolah tidak siap menghadapi kemungkinan gagalnya para siswa dalam menempuh ujian nasional.(OMI/Didimus Payong Dore).
Rakernas PDIP Akan Bahas Target Perolehan Suara
Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar pra-rapat kerja nasional di kantor Dewan Piminan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (24/4). Dalam kegiatan ini hadir anggota perwakilan Badan Pemenangan Pemilu se-Indonesia.
Reporter SCTV Asti Megasari melaporkan, dalam rapat ini dibahas berbagai isu, di antaranya soal persiapan menghadapi pemilihan presiden mendatang, evaluasi pelaksanaan pemilu legilsatif lalu, target peroleh suara pilpres, serta membahas persiapan Komisi Pemilihan Umum.
Dalam kesempatan ini DPP PDI Perjuangan juga akan mendengarkan masukan dari Dewan Pimpinan Daerah, termasuk soal calon yang layak mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dalam pilpres nanti. Sementara itu, rencananya nanti malam Megawati akan menerima kunjungan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. Hasil pertemuan akan dibawa ke rapat kerja nasional besok [baca: Jusuf Kalla Akan Mengunjungi Megawati].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Video Aneh Pemilu Beredar di Polewali
Liputan6.com, Polewali Mandar: Sebuah video yang mempertontonkan keanehan pemilu legislatif beredar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, belum lama ini. Dalam video itu terlihat warga di tempat pemungutan suara 7 Kelurahan Wattang dengan leluasa membawa surat suara di luar lokasi TPS. Warga bahkan bisa saling contek dan saling tanya pilihan masing-masing.
Anehnya praktik yang tidak lazim dan melanggar asas pemilu yang bersifat rahasia, jujur dan adil ini justru dibiarkan petugas pemungutan suara dengan leluasa. Bahkan hingga pencontrengan usai tak satu pun petugas tampak di lokasi.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu Polewali Mandar, Mursalim, mengecam keras sikap ketua KPPS yang membiarkan pemilu layaknya di pasar ikan. Panwaslu minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memecat seluruh pelaksana pemilu di TPS tersebut karena dinilai telah mencederai pemilu.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Balita Dibekap Pembantu Hingga Tewas
Liputan6.com, Bekasi: Yosi, seorang anak perempuan berumur 1,5 tahun, warga Bekasi, Jawa Barat, tewas di tangan pembantunya. Peristiwa itu terjadi ketika kedua orangtua Yosi tengah bekerja.
Kejadian berawal ketika Yosi terus-menerus menangis. Si pembantu yang baru bekerja empat bulan menjadi tidak sabar. Ia lalu membekap anak majikannya tersebut. Panik karena menemukan Yosi meninggal, si pembantu sempat mencoba bunuh diri. Namun usahanya gagal karena diketahui warga.
Si pembantu kini terancam hukuman di atas 15 tahun penjara. Tapi tentu saja hukuman itu tidak akan mengembalikan nyawa Yosi.(TES/Muhabar)
Pemilik Salon Tewas dengan Luka Cekik
Liputan6.com, Jakarta: Seorang waria pemilik salon di Kalibata, Jakarta Selatan, ditemukan tewas di kamar mandi, baru-baru ini. Dari hasil pemeriksaan polisi, Jhony Napit tewas dengan memar di leher yang diduga bekas cekikan serta luka akibat benda tumpul. Polisi sempat kesulitan mengeluarkan jasad dari dalam kamar mandi karena terkunci dari dalam.
Polisi menemukan palu di sekitar lokasi pembunuhan yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Diduga korban mengenal pelaku. Kasus ini ditangani Kepolisian Sektor Kramatjadi sementara jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati Polri.(YNI/Arie Pratika).
Pemakaman Maria Diwarnai Isak Tangis
Liputan6.com, Jakarta: Jenazah Maria Fransiska Bernandet Elen Suciadi, wanita yang ditemukan tewas di tangga darurat Pacific Place Sudirman Jakarta, dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (20/3). Pemakaman diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat.
Nenek, ibu, maupun rekan korban histeris seolah tidak percaya Maria pergi secara tragis. Leni Kosasih, ibu korban, berharap pelaku pembunuhan segera ditangkap dan dapat dihukum seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku. Di mata sahabatnya, Maria dikenal sangat baik dan mudah bergaul. Sebelum ditemukan tewas, Maria tampak lebih pendiam.
Maria ditemukan tewas di tangga darurat Pacific Place Sudirman Jakarta pada Selasa lalu. Saat ditemukan terdapat beberapa luka tusuk di lehar dan perut korban. Kasus ini ditangani Kepolisian Resor Jakarta Selatan.(TOZ/Arie Pratika)
Hillary Kunjungi Lebanon
Liputan6.com, Beirut: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton berkunjung ke Lebanon untuk bertemu dengan Presiden Michel Sleiman dan pejabat-pejabat lainnya, Ahad (26/4). “Menlu Hillary diharapkan tiba di sini hari ini, untuk bertemu dengan presiden,” kata pejabat itu, yang minta tidak disebut namanya. Kunjungan tersebut mendapat pemberitaan luas di stasiun televisi Lebanon.
Kunjungan Hillary, yang merupakan pertama kalinya sejak dia menjabat menlu, terjadi pada saat negara kecil di Laut Tengah itu sedang mempersiapkan pemilihan anggota legislatif Juni depan, yang diperkirakan akan dimenangkan oleh kelompok gabungan Hizbullah.
Washington adalah pendukung setia pemerintah persatuan nasional di Lebanon, yang dipimpin oleh perdana menteri yang didukung negara-negara Barat itu. Washington juga telah menyatakan keprihatinannya terhadap kemungkinan kemenangan Hizbullah dan sekutu-sekutunya, yang didukung oleh Suriah dan Iran, pada pemilihan legislatif 7 Juni.(ADO/ANTARA)
Tifatul: Cawapres PKS Punya Elektabilitas Tinggi
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring menegaskan, meski namanya belum diumumkan ke publik, calon wakil presiden dari PKS yang diusulkan mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan yang tinggi. “Insya Allah begitu. Dengan elektabilitas yang tinggi itu diharapkan mesin politik PKS bisa lebih bergairah,” katanya usai pembacaan keputusan Musyawarah Majelis Syura XI PKS di Jakarta, Ahad (26/4) petang.
Musyawarah Majelis Syura XI PKS itu memutuskan untuk menyampaikan nama cawapres yang akan mendampingi SBY dalam amplop tertutup yang akan diserahkan langsung ke SBY. Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminuddin ketika menyampaikan hasil Musyawarah Majelis Syura mengatakan, sikap Majelis Syura yang tidak mau mengumumkan nama cawapres yang diajukan PKS itu dilakukan dengan mempertimbangkan etika dan kesantunan politik.
Menanggapi tidak diumumkannya nama cawapres yang diusulkan PKS untuk mendampingi capres SBY, Tifatul mengatakan, hal itu untuk menjaga kesantunan dan etika, agar jangan sampai penyebutan nama itu malah menimbulkan kesalahpahaman. “Kita bukan tidak percaya diri atau takut, tapi menjaga etika. Kita mengamati peristiwa kemarin ada salah paham dan ketersinggungan sehingga akhirnya ada perceraian politik. Kita tidak ingin seperti itu, jadi tidak disebutnya nama cawapres itu untuk kesantuanan dan etika,” tegasnya.(ADO/ANTARA)
Loeb Berjaya di Hari Kedua Reli Argentina
Liputan6.com, Cordoba: Pereli Prancis, Sebastian Loeb semakin tak terbendung untuk merengkuh gelar juara dunia keenamnya dalam seri kelima reli dunia yang berlangsung di Cordoba, Argentina, Ahad (26/4). Dengan hasil tersebut, Loeb langsung naik ke posisi pertama.
Loeb mengawali hari kedua ini dengan berada di posisi ketiga dan tertinggal 16,3 detik dari rekan satu timnya di Citroen, Dani Sordo. Namun, secara mengesankan Loeb mampu mengatasi defisit waktunya dan menjadi pencatat waktu terbaik. Bahkan Loeb unggul nyaris satu menit dari catatan waktu Dani Sordo.
Juara dunia selama lima musim terakhir ini membukukan total waktu 3 jam 4 menit dan 5 koma 5 detik. Sedangkan Sordo terpaut 58,6 detik di belakang catatan waktu Loeb. Posisi ketiga ditempati pereli Ford asal Finlandia, Mikko Hirvonen.
Jika Loeb sanggup mempertahankan keunggulannya, maka Loeb menyapu bersih lima seri pembuka di tahun 2009. Lantaran sangat sulit ditandingi oleh rival-rivalnya, Loeb mendapat julukan manusia dari planet lain. Sebutan ini untuk menggambarkan kehebatan Loeb yang seolah bukan berasal dari bumi.
Dalam reli hari kedua di Argentina ini, sejumlah peserta mengalami nasib sial. Salah satunya ialah Conrad Rautenbach yang mengalami kerusakan suspensi di Special Stage (SS) ke-12.(UPI).
Suporter Tinju Terlibat Tawuran
Liputan6.com, Jakarta: Tawuran antardua kelompok suporter pertandingan tinju terjadi di salah satu stasiun televisi swasta, Jakarta Barat, Selasa (28/4) dini hari. Diduga, tawuran dipicu saling ejek.
Tawuran sudah terjadi sejak di dalam studio. Perkelahian massal itu lantas berlanjut di luar studio. Kedua kelompok saling lempar dengan menggunakan botol dan benda keras lainnya.
Seorang pria menderita luka cukup serius pada bagian kepala akibat terkena lemparan botol. Tawuran baru reda setelah aparat Kepolisian Resor Metro Jakbar, tiba di lokasi kejadian.(BOG/Deden Yulianes).
Terlibat Tawuran, Puluhan Pelajar Ditangkap
Liputan6.com, Bogor: Sebanyak 29 pelajar dari dua sekolah swasta di Bogor, Jawa Barat, ditangkap polisi, Selasa (31/3). Mereka ditangkap setelah terlibat tawuran di jalan raya Jakarta-Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Para pelajar yang rata-rata duduk di kelas satu dan dua ini langsung digelandang ke Markas Kepolisian Resor Bogor untuk diinterogasi. Sejumlah barang bukti, seperti sabuk gir, besi, dan kopel turut diamankan.
Selain pelajar laki-laki, polisi juga mengamankan seorang siswa perempuan yang turut serta dalam tawuran. Setelah menjalani pemeriksaan, pihak keluarga dan sekolah diperkenankan membawa pulang para pelajar tersebut.(IAN/Budi Santoso)
Flu Babi Dikhawatirkan Menjadi Pandemi Global
Liputan6.com, Meksiko City: Penyakit flu babi sudah menyebar ke sejumlah negara. Penyakit yang merupakan percampuran virus flu babi, unggas, serta dan manusia ini diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta kerja sama semua negara melaporkan dan mengawasi pergerakan warga negaranya yang bepergian dari negara yang terjangkit flu burung. Flu babi dikhawatirkan akan menjadi pandemi global.
Virus flu babi menyebar salah satunya di Meksiko. Tentara dikerahkan ke sejumlah penjuru Kota Meksiko untuk membagi-bagikan masker yang jumlahnya sekitar enam juta buah. Tak kurang dari 1.600 orang di Meksiko diduga sudah terjangkit penyakit ini, 103 orang meninggal. Untuk mencegah meluasnya penularan, Presiden Meksiko Felipe Calderon mengimbau warga selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan, dan menghindari bersalaman.
Di Amerika Serikat, tercatat sedikitnya 20 kasus positif terjangkit flu babi. Sekitar 100 pelajar di sekolah Saint Francis di wilayah Queen juga mengalami gejala penyakit flu babi. Penyakit ini belum menimbulkan kematian di AS. Sementara di Selandia Baru, 10 siswa yang baru kembali dari Meksiko dinyatakan positif mengidap virus H1N1 (flu babi). Kini, pemerintah Selandia Baru tengah mengarantina 40 siswa dan guru untuk diperiksa.
Terus bertambahnya jumlah negara yang terjangkit flu babi, meresahkan para peternak babi di Tanah Air. Pemerintah Indonesia pun menghentikan impor daging babi untuk mencegah mewabahnya flu babi. Pemerintah menyatakan langkah pencegahan yang akan diambil pemerintah sama seperti penanganan flu burung. Berdasarkan hasil penelitian virus flu babi tidak lebih berbahaya dari flu burung. Babi biasanya tertular flu dari babi lainnya.
Pemerintah boleh saja menyatakan siap mengantisipasi penyebaran flu babi. Bandar Udara Soekarno-Hatta pun dilengkapi dengan thermoscan alias alat pendeteksi suhu tubuh. Namun ironisnya alat ini ternyata tak digunakan secara efektif. Penumpang dari luar negeri tetap bebas melenggang hingga luput dari pemeriksaan. Sedangkan di Bali tak akan dilakukan travel warning meski flu babi kini merebak.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Bandara dan Pelabuhan Waspada Flu Babi
Liputan6.com, Jakarta: Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, memasang pendeteksi panas tubuh guna mencegah masuknya virus flu babi. Alat pendeteksi dan cairan disinfektan dipasang di pintu kedatangan. Detektor akan berbunyi jika panas tubuh orang yang melintas di atas 38,5 derajat Celcius. Orang itu pun langsung dibawa ke klinik yang disiapkan di bandara [baca: Bandara dan Pelabuhan Diminta Aktifkan Detektor].
Sejauh ini wabah flu babi yang membawa virus H1N1 belum masuk wilayah Indonesia. Dari hasil penelitian, virus ini sebenarnya masih lebih ringan dari virus H5N1 atau virus flu burung. Namun pemerintah tetap akan melakukan langkah pencegahan yang tidak jauh berbeda dengan flu burung. Selain itu, pemerintah juga akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “H5N1 angka kematiannya 80 persen. Kalau H1N1 di sana kematiannya enam persen,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Senin (27/4).(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)
Bandara dan Pelabuhan Diminta Aktifkan Detektor
Liputan6.com, Makassar: Indonesia meminta semua pelabuhan dan bandar udara mengaktifkan thermo scan atau deteksi tubuh untuk mencegah flu babi masuk ke Tanah Air. Siapapun dengan suhu tubuh di atas 38,5 derajat Celsius akan terdeteksi alat ini untuk diminta menjalani pemeriksaan lanjutan.
Demam tinggi merupakan salah satu ciri flu babi selain sakit kepala, pegal linu, dan iritasi mata. “Kemarin yang sudah ditingkatkan mohon sekarang semakin ditingkatkan sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” kata Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Departemen Kesehatan, baru-baru ini.
Semua berawal dari Meksiko. Sudah 68 orang tewas sejak flu babi merebak di negara itu. Sebanyak 20 orang di antaranya dipastikan tewas karena flu babi. Kemarin, ditemukan 24 kasus baru terduga flu babi. Pemerintah Meksiko telah menutup sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, museum, dan perpustakaan.
Pemerintah Meksiko juga melarang warga berkumpul di tempat umum. Mereka yang belum tertular mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan vaksinasi flu.
Sementara di New York, Amerika Serikat, lebih dari 100 pelajar menderita sakit dengan gejala mirip flu babi. Sebelumnya di Texas dan California, delapan orang dinyatakan positif tertular flu babi dan masih menjalani perawatan. Namun yang menjadi pertanyaan, tidak satupun penderita di AS memiliki riwayat kontak dengan babi.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberlakukan status darurat kesehatan publik. WHO menyatakan flu babi berpotensi menjadi pandemi global. Kecemasan ini didasari pemikiran virus H1N1, yakni virus influenza yang biasa berjangkit pada babi atau manusia bisa mematikan. Juga ditemukannya sejumlah penderita flu babi yang tidak memiliki hubungan darah tapi berada di satu wilayah.
“Sangat penting bagi semua negara untuk mengawasi dan menginformasikan pada kami soal flu babi,” kata Margaret Chat, Direktur Jenderal WHO. “Ini agar kami tahu sudah sampai mana penyebaran penyakit baru yang menulari manusia ini.”[baca: Flu Babi Mewabah di Meksiko dan AS].
Indonesia patut waspada mengingat adanya riwayat flu burung di Tanah Air. Departemen Kesehatan menyatakan sudah bekerja sama dengan Departemen Pertanian untuk memantau seluruh kawasan peternakan. Tapi nyatanya para peternak belum mengetahui informasi apapun soal flu babi. Vaksinasi yang biasa diberikan pun hanya untuk kolera, bukan vaksin flu [baca: Depkes Minta Semua Daerah Waspada].
Pada 2005 awal flu burung merebak di Indonesia. Puluhan babi di Tangerang, Banten, diketahui positif tertular dan ikut dimusnahkan. Semoga Indonesia memang melangkah cepat dan tepat agar flu burung di Tanah Air tidak diperburuk dengan mewabahnya flu babi yang mematikan.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)
Flu Babi Mewabah di Meksiko dan AS
Liputan6.com, Mexico City: Swine flu atau flu babi mewabah di Meksiko. Virus yang diduga jenis baru ini merupakan kombinasi virus flu babi, flu burung, dan flu manusia. Kasus ini membuat kegiatan belajar mengajar dihentikan. Pemerintah pun menutup museum, perpustakaan, dan gedung teater di penjuru ibu kota Meksiko, Mexico City, serta sejumlah negara bagian, selama satu sehari.
Departemen Kesehatan Meksiko menyatakan virus berjenis H1N1 memiliki sejumlah gejala, antara lain demam di atas 39 derajat Celsius, sakit kepala, pegal linu, dan iritasi mata. Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat virus telah menewaskan 68 orang dan 943 lainnya dirawat. Namun, pemerintah Meksiko melansir hanya 20 orang yang terbukti positif tewas akibat virus dan 37 kasus lainnya masih diselidiki.
Pemerintah Meksiko saat ini mewajibkan warganya menggunakan masker penutup hidung sebagai antisipasi penyebaran virus. Sejumlah petugas diturunkan ke jalan untuk membagikan masker tersebut. Warga juga tak dianjurkan berobat ke rumah sakit karena dikhawatirkan rentan terinfeksi. Bahkan, kontak fisik seperti berjabat tangan dan mencium pipi pun dilarang.
Di bandar udara setempat, penumpang datang dan pergi diberi brosur berisi peringatan Meksiko tengah dalam bahaya epidemi flu babi. Sampai saat ini belum ada vaksin yang spesifik mampu melindungi tubuh manusia dari flu tersebut.
Penyakit serupa merebak pula di Negara Bagian Texas dan California, Amerika Serikat. Delapan orang jatuh sakit. Juru bicara pusat penyakit menular AS mengatakan, penyakit flu yang menyerang AS dan Meksiko ini adalah jenis baru. Sejumlah peneliti khawatir flu babi menjadi pandemi global.(IKA/TIm Liputan 6 SCTV)
Depkes Minta Semua Daerah Waspada
Liputan6.com, Makassar: Sekalipun yakin flu babi belum sampai ke Indonesia, Departemen Kesehatan atau Depkes meminta semua daerah, terutama kawasan peternakan waspada. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Tjandra Yoga Aditama di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4), menyatakan jenis virus flu babi atau swine flu yang berjangkit di Meksiko adalah H1N1, yakni seperti virus influensa pada manusia. Bukan mutasi dari virus flu burung. Flu babi memiliki gejala demam di atas 39 derajat Celsius, sakit kepala, pegal linu, dan iritasi mata.
Flu babi saat ini mewabah di Meksiko. Pemerintah Meksiko menutup sebagian besar fasilitas umum dan meminta warga tetap tinggal di rumah. Masker-masker pun dibagikan di berbagai penjuru Meksiko. Sudah 68 warga Meksiko tewas dengan gejala flu babi, tapi baru 20 orang dinyatakan positif tertular [baca: Flu Babi Mewabah di Meksiko dan AS].
Selain di Meksiko, enam orang di California, Amerika Serikat, dikabarkan sakit dengan gejala mirip flu babi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menggelar pertemuan dengan para ahli kesehatan. Mereka khawatir bila serangan virus flu babi bisa menjadi pandemi dunia.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Perdagangan Babi Terus Diawasi
Liputan6.com, Gorobogan: Berbagai langkah dilakukan untuk mengantisipasi munculnya virus flu babi atau swine influenza di Indonesia. Di Grobogan, Jawa Tengah, dinas peternakan menggelar sosialisasi cara mengantisipasi virus dengan menjaga kebersihan kandang babi. Pengawasan sentra perdagangan babi pun diperketat.
Di Jombang, Jawa Timur, petugas menyemprotkan disinfektan pada satu-satunya peternakan babi di Desa Karang Mojo Plandaan. Meski jumlah ternaknya hanya puluhan, langkah antisipasi tetap dinilai penting oleh instansi terkait.
Sementara di Medan, Sumatra Utara, maraknya pemberitaan flu babi membuat omzet pedagang daging babi menurun drastis dalam sepekan terakhir. Padahal konsumsi babi di wilayah ini terbilang cukup tinggi. warga memilih tak mengonsumsi babi untuk sementara waktu.
Di Cengkareng, Jakarta Barat, instansi terkait menyemprotkan disinfektan di sebuah rumah pemotongan hewan. Babi yang baru didatangkan dari sekitar Jakarta disemprot untuk membasmi kuman parasit. Langkah ini rencanya dilakukan secara berkesinambungan.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)
Pemerintah Belum Alokasikan Dana Khusus Flu Babi
Liputan6.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tidak ada dana khusus untuk pencegahan dan penanganan flu babi di Indonesia. Namun, dalam kondisi darurat pemerintah akan menggunakan sisa dana penanganan flu burung dan kasus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau Syndrome Pernapasan Akut yang besarnya sekitar Rp 38 miliar.
Sampai saat ini virus H1N1 yang menyebabkan flu babi memang belum ditemukan di Indonesia [baca: Menteri Kesehatan Minta Masyarakat Tenang].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menteri Kesehatan Minta Masyarakat Tenang
Liputan6.com, Jakarta: Buat mencegah penyebaran flu babi ke Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari belum lama ini menyatakan, pihaknya akan memvaksin sembilan juta babi. Namun, Menkes meminta masyarakat agar tidak terlalu cemas karena flu tersebut tidak berbahaya seperti flu burung.
Menurut Menkes, jenis virus influenza ini tidak dapat berkembang di iklim seperti Indonesia. Profesor Herdiman T. Pohan, pakar penyakit dalam dan tropis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pun sependapat. Namun tetap saja, virus H1N1 ini harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.
Pembatasan impor barang apa pun dari negara terinfeksi memang perlu dilakukan. Demikian pula dengan pemantauan ketat di peternakan. Dan pastinya, ketegasan pengawasan lalu lintas manusia di bandar udara. Mungkin, Departemen Luar Negeri perlu segera menerapkan travel warning atau larangan bepergian ke negara terinfeksi.
Sejumlah antisipasi juga perlu dilakukan masyarakat, salah satunya mengenali ciri-ciri penderita flu babi. Gejala awal yang biasa terlihat dari penderita flu babi adalah demam lebih dari 39 derajat Celsius. Penderita juga akan mengalami sakit kepala, pegal linu, dan iritasi mata.
Untuk itu, biasakanlah hidup sehat seperti mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir. Jika khawatir akan terkontaminasi, gunakanlah masker dan hindari berjabat tangan serta mencium pengidapnya.(OMI/Tim Liputan 6 SCTV)
Ternak Indonesia Belum Terjangkit Flu Babi
Liputan6.com, Jakarta: Departemen Pertanian memastikan seluruh ternak babi di Indonesia belum terjangkit virus H1N1. Untuk memberi kepastian, saat ini sedang diambil sampel dari sekitar tujuh juta populasi babi di Tanah Air. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Anton Apriantono, Rabu (29/4).
Tingkat kematian akibat flu babi hanya satu sampai empat persen tapi melihat potensi penularannya ke manusia maka masyarakat atau peternak harus lebih waspada. Apalagi hingga kini belum ada vaksin sehingga isolasi terhadap babi yang terjangkit harus dilakukan.
Pemerintah sudah melarang impor ternak babi, daging babi segar, dan produk olahan babi yang tidak dimasak. Impor produk babi tahun lalu mencapai 2500 ton baik daging babi segar maupun olahan. Deptan membuka nomor telepon pengaduan kasus flu babi yakni 08176677161.
Sementara itu Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menegaskan hingga kini kasus flu Meksiko yang sering disebut flu babi sama sekali belum ditemukan di Asia. Depkes masih melakukan penelitian dari penyakit ini.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Kesehatan Ternak Babi Terus Dipantau
Liputan6.com, Bantul: Dinas Pertenakan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus memantau kesehatan hewan di sejumlah pertenakan babi yang ada di wilayahnya, Rabu (29/4). Pemerintah setempat juga mencegah masuknya babi dari luar daerah untuk mengantisipasi penyebaran wabah flu babi. Selain itu, akibat merebaknya isu flu babi, harga daging babi menjadi turun sehingga peternak terancam menderita kerugian besar.
Lain halnya di Pantai Rebo, Bangka, Bangka Belitung, para peternak tetap tenang di tengah merebaknya isu flu babi. Meski peternakan babi di Bangka merupakan peternakan yang dikelola secara konvensional, para peternak yakin mereka telah menjalankan prosedur yang benar.
Antisipasi wabah flu babi juga dilakukan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Profesor Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Rumah sakit tersebut telah menyiapkan tiga ruang isolasi dengan 35 tempat tidur dan sebuah ruang perawatan intensif (ICU) yang berkapasitas 10 tempat tidur. Selain itu juga disediakan obat-obatan dan 10 alat ventilator atau alat bantu pernapasan.
Sedangkan persiapan yang dilakukan RS Umum Daerah Tangerang, Banten, yaitu menyediakan ruangan besar untuk empat pasien yang selama ini biasa digunakan untuk menangani pasien flu burung. Direktur RSUD Tangerang Mamahit mengatakan, pasien dengan gejala flu babi akan langsung diisolasi di ruangan avian influenza dan tidak boleh dijenguk karena flu babi dapat menular antarmanusia.
Sementara itu, seorang balita berusia 23 bulan di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, dilaporkan meninggal setelah menderita flu babi. Jatuhnya korban ini segera menuai reaksi Presiden Barack Obama. Dari Gedung Putih, Obama menyatakan situasi kesehatan AS amat serius. Ia mendesak pemerintah setempat untuk aktif mendeteksi dan melaporkan kasus baru.
Pihak sekolah juga turut didesak untuk mempertimbangkan menutup sekolah jika ditemukan kasus flu babi di antara siswa. Hingga kini, telah ditemukan 65 kasus flu babi di AS, 45 di antaranya ditemukan di Kota New York. Korban pertama flu babi di AS tersebut menambah jumlah korban tewas yang diduga akibat flu babi, yaitu menjadi 160 orang. Sebanyak 159 di antaranya ditemukan di Meksiko.
Laporan temuan kasus flu babi hingga kini terus berdatangan. Jerman, Austria, Kosta Rika dan Korea Selatan telah melaporkan temuan kasus flu babi. Sedangkan Inggris, Spanyol dan Selandia Baru melaporkan pertambahan temuan kasus flu babi. Total flu babi telah menyebar di setidaknya 11 negara.
Para petugas medis menyatakan, obat flu seperti tamiflu dan relenza sepertinya mampu mematikan virus H1N1 itu. Namun, obat-obatan ini hanya dapat bekerja efektif jika diberikan saat penderita baru menunjukkan gejala flu.
Merebaknya wabah flu babi juga memicu kekhawatiran Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kini WHO tengah menggelar sidang darurat di Jenewa, Swiss, untuk membicarakan masalah itu. Serta, mempertimbangkan meningkatkan status siaga pandemi dari tingkat empat ke tingkat lima.(UPI/Tim Liputan 6 SCTV)
Wabah Flu Babi Meluas ke Delapan Negara
Liputan6.com, Mexico City: Pemerintah Meksiko belum lama ini melansir bertambahnya jumlah korban tewas yang diduga disebabkan virus flu babi menjadi 159 orang. Dua puluh di antaranya telah dikonfirmasi akibat flu babi. Sementara kasus flu babi mencapai angka 2.500 dengan 1.311 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan pengobatan dan perawatan medis bagi pasien menunjukkan kemajuan.
Peningkatan penderita flu babi juga dilaporkan pemerintah Amerika Serikat. Hingga Rabu (29/4), 66 orang di enam negara bagian telah dikonfirmasi menderita penyakit flu babi, 45 di antaranya di Kota New York. Diperkirakan, jumlah penderita akan bertambah menyusul sakitnya ratusan siswa di kota itu yang diduga terjangkit flu babi. Hal ini memaksa Presiden Barack Obama meminta dana US$ 1,5 miliar dari Kongres untuk menangani wabah tersebut [baca: Amerika Serikat Terancam Flu Babi].
Di Selandia Baru, temuan kasus flu babi meningkat menjadi 14 orang. Sementara Jerman menjadi negara terakhir yang mengonfirmasi temuan kasus flu babi pada tiga warganya. Temuan flu babi di Jerman menambah daftar negara yang telah melaporkan temuan flu babi menjadi delapan.(ANS)
Amerika Serikat Terancam Flu Babi
Liputan6.com, New York: Lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, baru-baru ini, mengingatkan negaranya berpeluang menjadi negara kedua setelah Meksiko yang mencatat angka kematian akibat flu babi. Terbukti sedikitnya 100 siswa dari tiga sekolah diduga mengidap flu babi. Para siswa yang mengalami gejala serupa flu babi umumnya sakit usai pulang dari darmawisata ke Meksiko.
Bukan hanya siswa saja yang menunjukkan ciri-ciri penyakit H1N1 itu, menurut laporan resmi, ada 64 kasus positif flu babi terdeteksi di AS. Di antaranya di New York. Meski demikian, Wali Kota New York, Michael Bloomberg, meminta warganya tidak perlu khawatir. Alasannya, gejala yang ditunjukkan masih tergolong ringan dan dapat disembuhkan.
Pemerintah Kanada juga melaporkan tujuh warganya terkena flu babi ringan. Kanada mencatat, kasus penyebaran flu ini meningkat menjadi 13 orang. Di Kuba, pemberlakuan travel ban atau larangan berpergian dari dan ke Meksiko membuat pesawat terakhir yang tiba dari Meksiko harus diterbangkan kembali bersama penumpangnya.
Di Meksiko, persediaan masker justru habis. Persediaan antiviral tamiflu dan vaksi juga kian menipis. Rumah sakit Angkatan Laut pun dibuka untuk umum menyusul membludaknya warga yang ingin mendapatkan penanganan kesehatan. Peta sebaran virus flu babi diduga sudah menjangkau lebih jauh seperti Skotlandia, Inggris, Perancis, Spanyol, Israel, dan Selandia Baru.(OMI)
Resah Flu Babi, Peternak Makin Waspada
Liputan6.com, Tulungagung: Para peternak babi di Tulungagung, Jawa Timur, baru-baru ini, terpaksa menaikkan anggaran untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Anggaran tersebut juga dipakai untuk pemberian vaksin sebanyak empat sampai lima kali dalam sepekan. Ini dilakukan guna menghindari ternak mereka terserang virus flu babi.
Sementara Dinas Peternakan Bandar Lampung, Lampung memeriksa beberapa tempat pemotongan daging. Meski belum ditemukan adanya virus, para pekerja di tempat pemotongan babi resah akan penularannya.
Pengawasan ketat juga dilakukan di Bandara Udara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Petugas menggunakan alat pengukur suhu untuk mengetahui kondisi suhu penumpang. Para penumpang yang tiba dari luar negeri diperiksa satu persatu oleh petugas medis poliklinik.
Kewaspadaan yang makin tinggi merupakan bentuk keresahan masyarakat akan wabah flu babi yang berkembang pesat. Hingga kini, korban tewas akibat flu babi sudah mencapai 149 orang dan semuanya di Meksiko. Sedangkan para penderita yang ada di negara lain belum ada yang meninggal.(OMI/Tim Liputan 6 SCTV)
Pengawasan Perdagangan Babi Diperketat
Liputan6.com, Gorobogan: Berbagai langkah dilakukan untuk mengantisipasi munculnya virus flu babi atau swine influenza di Indonesia. Di Grobogan, Jawa Tengah, dinas peternakan menggelar sosialisasi cara mengantisipasi virus dengan menjaga kebersihan kandang babi. Pengawasan sentra perdagangan babi pun diperketat.
Di Jombang, Jawa Timur, petugas menyemprotkan disinfektan pada satu-satunya peternakan babi di Desa Karang Mojo Plandaan. Meski jumlah ternaknya hanya puluhan, langkah antisipasi tetap dinilai penting oleh instansi terkait.
Sementara di Medan, Sumatra Utara, maraknya pemberitaan flu babi membuat omzet pedagang daging babi menurun drastis dalam sepekan terakhir. Padahal konsumsi babi di wilayah ini terbilang cukup tinggi. warga memilih tak mengonsumsi babi untuk sementara waktu.
Di Cengkareng, Jakarta Barat, instansi terkait menyemprotkan disinfektan di sebuah rumah pemotongan hewan. Babi yang baru didatangkan dari sekitar Jakarta disemprot untuk membasmi kuman parasit. Langkah ini rencanya dilakukan secara berkesinambungan.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)
Peneliti: Virus Flu Babi Ada di Indonesia
Liputan6.com, Denpasar: Indonesia tak lepas dari sejarah wabah flu dunia. inilah yang terjadi di Bali pada 1918 lalu saat pandemik flu Spanyol merebak ke seluruh dunia. Dari jutaan orang meninggal, 30 ribu di antaranya adalah warga Bali.
Gusti Ngurah Mahardika, Kepala Laboratorium Biomedik Universitas Udaya Bali, di Denpasar, Bali, Rabu (29/4), menyatakan virus flu babi atau swine influenza dengan sub type H1N1 dipastikan sudah ada di Indonesia. Tapi, mempunyai genetik atau sifat yang berbeda. Flu Spanyol yang menewaskan warga Bali juga masuk sub tipe H1N1.
Tentunya ini bertolak belakang dengan yang telah dinyatakan pemerintah. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan jenis virus influenza ini tak bisa berkembang di iklim seperti Indonesia [baca: Menteri Kesehatan Minta Masyarakat Tenang].
Yang harus diketahui secara luas adalah virus flu babi berkembang dari babi yang masih hidup. Karena itu, amat riskan mereka yang bekerja di peternakan. Sedangkan daging babi diduga masih aman untuk dikonsumsi, sepanjang melalui pemanasan minimal 70 derajat celsius paling sedikit tiga menit [baca: Rumah Makan Belum Terpengaruh Flu Babi].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Rumah Makan Belum Terpengaruh Flu Babi
Liputan6.com, Denpasar: Meski flu babi kini ramai diberitakan, seorang pemilik warung nasi di kawasan wisata Ubud, Bali, Rabu (29/4), mengaku sejauh ini omzetnya belum terlalu terpengaruh. Hal senada juga dialami penjaja sate di kawasan Sario, Manado, Sulawesi Utara. Dia tidak kehilangan konsumen. Terlebih, olahan daging babi diambil dari peternakan yang mendapat sertifikasi Dinas Peternakan.
Perlu diketahui, masyarakat Bali yang sebagian besar pemeluk Hindu memasukkan menu daging dalam makanan sehari-hari. Makanan khas Minahasa pun terbiasa mengolah daging babi.
Penularan flu babi kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa kasus ditemukan adanya korban yang tertular virus tersebut, meski tak kontak langsung dengan babi. Kondisi ini membuat para ahli menduga flu babi penularannya sudah terjadi antarmanusia. Ciri-ciri orang yang menderita penyakit flu babi adalah mengalami demam lebih dari 39 derajat Celcius, sakit kepala, pegal linu, dan iritasi mata [baca: Menteri Kesehatan Minta Masyarakat Tenang].
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan pemerintah sementara akan menyetop impor daging babi. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk memasak daging babi dengan suhu minimal 60 derajat Celsius selama tiga menit. Penyebaran flu babi dapat dicegah dengan cara memakai masker, hindari berjabat tangan atau mencium, serta mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir.(TES/Tim Liputan 6 SCTV)
Perolehan Suara Sama, Dua Caleg PPP Pasrah
Liputan6.com, Bangkalan: Dua calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan jumlah suara yang sama untuk memperebutkan kursi di DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Sesuai peraturan, Komisi Pemilihan Umum Daerah menyerahkan keputusan tentang caleg yang akan duduk di gedung dewan kepada partai bersangkutan.
Kedua caleg tersebut adalah Syaifullah. Perolehan suara caleg dengan nomor urut satu ini telah menembus jumlah suara yang dibutuhkan untuk menjadi anggota DPRD Bangkalan. Tetapi, hasil itu tidak otomatis mengantarkannya menjadi anggota DPRD. Pasalnya, rekan satu partainya Subhan Aziz, caleg dengan nomor urut dua mendapat jumlah suara yang sama, yaitu 3.445 suara.
Anggota KPUD Bangkalan Madura, Syaiful Ismail menjelasakan, dalam peraturan yang diterima KPUD memang menyebutkan jika ada jumlah suara yang sama dalam satu partai, keputusan akan diambil oleh pimpinan partai politik. Terkait hal itu, sang caleg pun mengaku pasrah.
Dengan jumlah suara yang diraih ini, PPP memang hanya mendapat satu kursi di DPRD Bangkalan. Pengurus PPP rencananya akan segera memutuskan caleg yang berhak menjadi wakil rakyat di DPRD Bangkalan.(UPI/Salli Nawali)
KPU Kota Semarang Perbarui DPT Pilpres
Liputan6.com, Semarang: Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/4), mulai memutakhirkan data daftar pemilih tetap di 16 kecamatan untuk pemilu presiden Juli nanti. Data DPT untuk pilpres dipastikan mengalami kenaikan antara 10 hingga 15 persen dibanding DPT pemilu legislatif April lalu.
Kenaikan disebabkan adanya perubahan jumlah pemilih baru serta adanya ribuan mahasiswa dari daerah yang akan mencontreng di Kota Semarang. Untuk lebih mengakuratkan data DPT, KPU Kota Semarang akan menempelkan stiker di tiap-tiap rumah sebagai tanda jika anggota keluarga di rumah itu telah didata petugas.(ADO/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)
Forum Alim Ulama Dorong Muhaimin Jadi Cawapres
Liputan6.com, Kendal: Para ulama mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar untuk menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Deklarasi itu dilakukan dalam acara Forum Silaturahmi Nasional Alim Ulama di Pondok Pesantren Al Fadhu wal Fadzilah di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (30/4).
Pertemuan tertutup dalam forum itu juga menghasilkan dua kesepakatan lainnya, yaitu meminta semua partai menghormati hasil pemilu dan mendukung Yudhoyono sebagai calon presiden periode mendatang. Para ulama menilai, Muhaimin adalah wakil tokoh generasi muda yang paling pantas menjadi cawapres SBY.(ADO/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)
Puluhan Babi di Kupang Mati Mendadak
Liputan6.com, Kupang: Sebanyak 20 babi di Kelurahan Oebufu, Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini, mati mendadak. Semula para peternak menganggap kejadian tersebut hal biasa. Namun sejak mewabahnya flu babi, timbul dugaan babi-babi tersebut mati karena virus H1N1. Meski begitu pemilik ternak tidak melaporkan kematian binatang peliharaannya ke Dinas Peternakan setempat.
Hal berbeda dilakukan peternak babi di Magelang, Jawa Tengah. Sebagai langkah antisipasi, para peternak memindahkan babi peliharaan jauh dari tempat tinggal penduduk. Mereka juga rutin menjaga kesehatan binatang peliharaan melalui pemberian obat antibiotik.
Sementara itu, Dinas Pertanian Solo, Jateng, mengantisipasi penyebaran flu babi dengan mengadakan penyemprotan desinfektan di rumah pemotongan Jagalan. Sasaran lainnya dilakukan di sejumlah peternakan babi di Mojosongo. Penyemprotan dilakukan untuk mencegah berkembangnya kuman, bakteri, virus dan parasit pada babi. Dinas setempat juga memperketat penyembelihan serta distribusi daging babi keluar daerah.
Kegiatan serupa juga dilakukan Dinas Peternakan Bali. Penyemprotan desinfektan pada kandang-kandang babi merupakan langkah pertama guna meminimalisir penyebaran virus. Desinfektan yang digunakan sama dengan desinfektan pencegah flu burung. Salah satu daerah yang dijadikan sasaran adalah kandang babi yang berdekatan dengan pemukiman warga di Jalan Kresek, Denpasar.
Untuk memastikan kebersihan daging babi, Dinas Peternakan dan Dinas Perdagangan Bali juga menginspeksi industri pengolahan daging babi. Inspeksi mendadak ini untuk memastikan daging yang diolah bukanlah daging impor. Sementara Departemen Pertanian di Jakarta memastikan seluruh ternak di Indonesia yang jumlahnya mecapai 7 juta ekor belum terjangkit virus H1N1. Pemerintah juga melarang impor ternak babi, daging babi segar, dan produk olahan babi yang tidak dimasak. Departemen Pertanian membuka nomor telepon pengaduan kasus flu babi di nomor 0817-667-7161.
Pencegahan dini pun dilakukan pada sarana transportasi yang menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional. Sedikitnya 11 bandar udara kini dipasangi alat sensor panas tubuh untuk mencegah masuknya penumpang dari penerbangan internasional yang diduga tertular virus flu babi.
Satu di antara bandara yang sudah memberlakukan sistem itu adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Penumpang asal luar negeri akan disambut dengan alat thermoscan atau sensor panas tubuh. Jika suhu lebih dari 39 derajat Celcius, alat akan otomatis berbunyi diikuti penyemprotan desinfektan alkohol 70 persen.
Ruang karantina juga telah disiapkan jika ada yang terdeteksi memiliki gejala virus H1N1. Petugas akan membawa penderita untuk ditelisik indikasi terjangkit flu babi. Bandar udara lainnya yang diamankan dengan sensor panas tubuh adalah Bandara Sukarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma, Jakarta; Juanda Surabaya, Jawa Timur; Polonia Medan, Sumatra Utara; Hang Nadim, Batam; Adisutjipto Yogyakarta dan Adisumarmo Solo, Jawa Tengah; Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan; Sepinggan Balikpapan dan Sultan Mahmud Badarudin II Palembang [baca: Penggunaan Pendeteksi Panas Tubuh Belum Maksimal].(OMI/Tim Liputan 6 SCTV)
Virus Flu Babi Diduga Ada di Indonesia
Liputan6.com, Jakarta: Semua siaga. Peternakan, rumah sakit, bandar udara, semua diminta mencegah flu babi tak masuk ke Tanah Air. Dengan riwayat yang mematikan, wajar saja bila kecemasan melanda. Tapi, pemerintah meminta masyarakat Indonesia tak panik dan tak cemas.
Tapi, Kepala Laboratorium Biomedik Universitas Udayana, Bali, punya cerita berbeda. Virus flu babi tipe H1N1 dipastikan sudah ada di Tanah Air, walau dengan genetik atau sifat yang berbeda. Kejadian tahun 1918 saat flu Spanyol merebak, virus flu yang menewaskan warga Bali itu juga masuk tipe H1N1.
Apa pun, sudah sepantasnya langkah pencegahan diteruskan. Flu burung yang dulu diyakini tidak berbahaya pun ternyata akhirnya menewaskan lebih dari 100 warga Indonesia.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Dinas Peternakan Pantau Rumah Pemotongan Hewan
Liputan6.com, Tasikmalaya: Kemungkinan pandemi flu babi masuk ke Indonesia membuat aparat kesehatan terus bersiaga. Dinas Peternakan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini aktif memeriksa kesehatan babi di rumah pemotongan hewan. Suhu tubuh babi dipantau, sedangkan kandang babi disemprot dengan disinfektan.
Dinas Peternakan ingin memastikan ternak babi ini aman dikonsumsi. Beberapa hari terakhir, permintaan terhadap daging babi memang telah merosot tajam.
Ancaman serius flu babi juga membuat Departemen Kesehatan menyiagakan lebih dari 20 rumah sakit di berbagai daerah menjadi rumah sakit rujukan kasus flu babi. Rumah Sakit Kariadi Semarang, misalnya, telah menyiapkan tim medis dan kamar isolasi khusus untuk pasien flu babi.
Sejauh ini cara paling mudah dan efektif agar terhindar dari flu babi adalah melaksanakan gaya hidup bersih. Misalnya, sering mencuci tangan dengan sabun. Bila mengalami demam tinggi lebih dari dua hari, sebaiknya segera periksa ke dokter.(TES/Tim Liputan 6 SCTV)
Wisatawan Meksiko di Hongkong Positif H1N1
Liputan6.com, Hongkong: Temuan kasus flu babi dilaporkan pemerintah Hongkong, Jumat (1/5). Ini ketika seorang wisatawan asal Meksiko yang baru saja tiba di Hongkong, dinyatakan positif menderita flu babi atau terjangkit virus H1N1.
Meski kondisi pria itu telah membaik, sekitar 300 tamu dan staf hotel terpaksa dikarantina selama sepekan. Karantina itu bertujuan mencegah penyebaran virus H1N1 ke masyarakat. Kini, polisi tengah melacak ratusan penumpang pesawat rekan seperjalanan pria itu, serta sopir taksi yang mengantarnya ke hotel.
Temuan kasus flu babi di Hongkong, Cina, menambah panjang daftar negara yang terjangkit flu babi menjadi 14 negara. Selain Hongkong, Korea Selatan turut melansir pertambahan warganya yang diduga menderita penyakit flu babi menjadi tiga orang. Penyebaran flu babi yang telah mencapai Asia telah memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan tersebut [baca: Flu Babi Sudah Menyebar ke Asia].
Sekalipun belum ada temuan kasus, pemerintah Jepang segera melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah menyebarnya virus H1N1. Salah satunya melakukan pemeriksaan ketiga kalinya pada seorang pelajar Jepang, setelah dua kali tes menunjukkan hasil yang berbeda.
Sedangkan di Thailand, 100 ribu masker dibagikan secara cuma-cuma kepada sopir angkutan umum. Mereka dinilai paling rentan terjangkit wabah flu H1N1.
Penyebaran virus H1N1 dari manusia ke manusia juga telah dikonfirmasi Jerman dan Inggris. Kedua negara itu melaporkan temuan kasus flu babi yang ditularkan dari para penderita kepada orang yang sehat. Amerika Serikat turut melansir pertambahan kasus flu babi menjadi 141 orang di 19 negara bagian dari sebelumnya 121 orang.
Presiden AS Barack Obama pun menegaskan, kabinet yang dipimpinnya akan segera menyusun rencana penanganan flu babi jangka panjang untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Namun, Obama optimistis pihaknya dapat mengatasi masalah ini.
Sementara itu, Meksiko tak melaporkan adanya penambahan temuan kasus flu babi. Ini menyusul diberlakukannya penghentian semua kegiatan nonesensial pemerintah federal dan warga selama lima hari sejak Jumat.
Namun, keputusan Meksiko tersebut menuai amarah keluarga narapidana Penjara Reclusorio del Norte, yang marah karena tak diperbolehkan mengunjungi keluarga mereka. Sempat terjadi keributan yang mengakibatkan sejumlah orang pingsan. Hanya saja, tak ada warga yang ditangkap dalam insiden ini.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, vaksin virus H1N1 akan tersedia dalam waktu dekat, antara 4-6 bulan sejak pertama virus teridentifikasi. Namun para ahli WHO pesimistis vaksin flu musiman dapat melindungi manusia dari virus H1N1.(ANS)
Flu Babi Sudah Menyebar ke Asia
Liputan6.com, Seoul: Pemerintah Korea Selatan semakin sigap dengan wabah flu babi. Apalagi penderita yang diperkirakan terinfeksi bertambah menjadi dua orang, Jumat (1/5). Sebelumnya seorang warga Korsel yang berusia 51 tahun juga diduga terinfeksi dan masih dalam perawatan intensif. Korban lainnya yaitu wanita berusia 41 tahun yang diduga terinfeksi setelah menjalin kontak dengan korban pertama di sebuah lokasi. Ada pula pria berusia 57 tahun yang belum diketahui bagaimana bisa terinfeksi karena tidak jelas kegiatan yang dia lakukan.
Reaksi cepat pun ditunjukkan Jepang. Meskipun belum ada temuan kasus, pemerintah akan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin. Dilaporkan, seorang pelajar Jepang berusia 17 tahun tengah menjalani serangkaian pemeriksaan serius karena mengalami gejala seperti H1N1.
Langkah pencegahan juga dilakukan di Thailand. Sekitar 100 ribu masker dibagikan secara cuma-cuma kepada sopir angkutan umum. Pembagian tersebut dilakukan karena sopir angkutan dinilai paling rentan terjangkit wabah virus N1H1. Hingga kini belum ada laporan warga Thailand terjangkit flu babi.
Sementara Jerman mengkonfirmasi adanya kasus penularan flu babi di negaranya. Seorang perawat dilaporkan tertular virus H1N1 dari salah satu korban di Jerman yang tengah dirawatnya. Tadinya tiga penderita yang terkena virus tersebut berpergian ke luar negeri. Pemerintah Hongkong mendeteksi kasus flu babi pada seorang warga Meksiko yang baru tiba di negaranya.(OMI)
Peternak Babi di Samarinda Perhatikan Kebersihan Ternak
Liputan6.com, Samarinda: Peternak babi di Sungai Lais, Kelurahan Sungai Kapih, Samarinda Ilir, Kalimantan Timur, semakin memperhatikan kondisi ternak mereka. Mereka taku terkena virus H1N1. Sebanyak 500 babi peliharaan kini dimandikan dua kali sehari. Mereka juga diberi makanan yang sudah dimasak. Namun, sejauh ini belum ada laporan babi yang terjangkit flu di sejumlah wilayah Samarinda.
Antisipasi juga dilakukan Departemen Perdagangan dengan mengeluarkan larangan impor ternak babi dan produk turunannya, Jumat (1/5). Pelanggaran terhadap larangan sementara ini akan dikenakan sanksi. Menurut pemerintah, sudah ada tujuh negara yang positif terjangkit wabah flu babi. Negara tersebut adalah Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Israel, Spanyol, dan Selandia Baru.
Kekhawatiran juga membuat warga Jakarta memeriksakan diri ke Puskesmas. Sejumlah warga di Kecamatan Setia Budi, Jakarta Pusat, berdatangan ke tempat layanan kesehatan masyarakat itu. Menurut petugas puskesmas, jumlah pasien meningkat hingga 50 persen dalam sepekan terakhir.
Pihak puskesmas sendiri menyatakan, mereka siap mengantisipasi serangan flu babi. Puskesman sudah menyediakan sedikitnya 200 kapsul tamiflu bagi warga yang positif terjangkit. Obat-obatan tersebut merupakan sisa persediaan ketika flu burung tahun lalu merebak. Obat tamiflu sejauh ini masih direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai obat penangkal virus H1N1. Sayangnya, masa kedaluarsa obat akan berakhir pada November 2009 ini.(OMI/Tim Liputan6 SCTV)
Deplu Keluarkan Peringatan Pergi ke Meksiko
Liputan6.com, Jakarta: Penyebaran virus H1N1 terus merebak secara sporadis. Guna mencegah masuknya virus itu ke Tanah Air, Departemen Luar Negeri, Jumat (1/5), memberi peringatan agar warga Indonesia untuk sementara waktu tidak berkunjung ke Meksiko. Antisipasi ini dilakukan menyusul pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Flu babi sudah berada di level 5 atau tingkat satu di bawah pandemi.
Sementara itu di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dokter hewan memeriksa liur dan lendir dari babi yang dipelihara warga. Hal ini berkaitan dengan kematian 20 ekor babi pekan lalu. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui kebenaran penyebaran virus tersebut di kawasan itu [Baca: Puluhan Babi di Kupang Mati Mendadak].
Hingga kini, belum ada vaksin yang mampu menahan laju terjangkitnya flu H1N1 di tubuh manusia. Apalagi penyebarannya sudah pada tahap dari manusia ke manusia. Selain memperketat lalu lintas ke negara lain, pemerintah juga menyatakan sudah menyediakan obat sejenis oseltamivir hingga ke tingkat puskesmas.
Terkait sejarah penyebaran flu mematikan, sejumlah ahli menyatakan kalau Indonesia pernah mengalaminya. Pada tahun 1918, flu Spanyol pernah merebak di Pulau Bali. Virus dengan subtipe H1N1 itu merengut sebanyak 30 ribu nyawa. Untuk itu, perilaku hidup sehatlah yang dapat membantu pencegahan tertular virus flu H1N1.(OMI/Tim Liputan 6 SCTV)
Khawatir Penyebaran Virus, Sekolah di AS Diliburkan
Liputan6.com, Washington DC: Lebih dari seratus orang di Amerika Serikat, positif terjangkit virus H1N1. Khawatir virus ini makin menyebar, pekan ini sekolah-sekolah diliburkan. Laporan dari VOA Indonesia menyebutkan, sekitar 660 ribu siswa di 14 negara bagian diminta untuk tinggal di rumah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menegaskan sekolah ditutup jika ada murid yang terserang virus H1N1. Namun beberapa wilayah memutuskan menutup seluruh sekolah. Jumlah penderita virus H1N1 di AS lebih sedikit dari Meksiko. Tetapi jumlah itu diperkirakan terus bertambah. Sebab masih banyak negara bagian AS yang menunggu hasil tes.
Badan Kesehatan Dunia telah menaikkan kesiagaan terhadap bahaya wabah ini menjadi level lima. WHO menyerukan perlunya tindakan serius untuk mencegah pandemi lebih luas. Para ilmuwan kedokteran AS terus meneliti arus penyebaran virus. Mereka juga bekerja keras untuk mengembangkan vaksin.(TES/VOA Indonesia)